Kementerian Keuangan Belum Gagal Bayar Dana Penjaminan Proyek Negara Rp12 T

Kementerian Keuangan Belum Gagal Bayar Dana Penjaminan Proyek Negara Rp12 T


Kementerian Keuangan (Kementerian Keuangan) menegaskan belum pernah mengalami gagal bayar atau default atas dana penjaminan proyek pemerintah sebesar Rp12,21 triliun sejak 2013.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan dana cadangan penjaminan itu dibagi ke dalam dua peruntukkan.

Pertama, untuk cadangan penjaminan proyek infrastruktur senilai Rp5,99 triliun dan Rp5,81 triliun penjaminan pemulihan Peningkatan Ekonomi (PEN). Kedua, dana penjaminan sebesar Rp407 miliar untuk proyek infrastruktur melalui pemerintah daerah (pemda).


“Sejak pemerintah Menyajikan penjaminan pertama kali Merupakan untuk program 10 megawatt Quick Monitor Program (FTP) I Sampai Saat ini Bahkan belum Pernah berlangsung klaim atas penjaminan pemerintah,” kata Suminto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI Wakil Rakyat RI di Jakarta Pusat, Selasa (2/7).

“Sehingga atas anggaran kewajiban penjaminan pemerintah yang dianggarkan hampir setiap tahun tadi (sejak 2013) dan diakumulasikan Sampai sekarang Saat ini Bahkan saldo Rp12,21 triliun masih utuh,” tegasnya.

Suminto menegaskan DJPPR Kementerian Keuangan selaku pengelola penjaminan pemerintah Nanti akan memastikan dana tersebut Setiap Saat dalam jumlah yang cukup. Kalaupun gagal bayar, kewajiban pemerintah atas penjaminan proyek negara bisa ditunaikan.

Nanti akan tetapi, Suminto mengatakan cadangan saldo penjaminan tersebut masih Wajib tambahan. Ada kekurangan sekitar Rp635 miliar untuk dana penjaminan proyek pemerintah.

“Oleh karena itu, kami memohon persetujuan Komisi XI Wakil Rakyat RI untuk kiranya dapat Menyajikan persetujuan tambahan anggaran kewajiban penjaminan pemerintah dalam rangka pemupukan dana cadangan penjaminan sebesar Rp635 miliar,” tuturnya.

“Ini terkait proyek-proyek eksisting yang Pernah diberikan penjaminan pemerintah, bukan proyek baru,” tutup Suminto.

Sebelumnya, Pembantu Presiden Keuangan Sri Mulyani mengatakan dana tambahan penjaminan proyek ini dibutuhkan karena ada Sebanyaknya penyertaan modal negara (PMN) baru.

Wanita yang akrab disapa Ani itu ingin menggunakan Rp6,1 triliun dari complete cadangan pembiayaan Penanaman Modal di Perundang-Undangan APBN 2024 senilai Rp13,67 triliun untuk dikucurkan ke Sebanyaknya perusahaan pelat merah.

“Ada untuk cadangan pembiayaan Penanaman Modal ini, kami melakukan alokasi kewajiban penjaminan. Ini karena pemerintah sering Menyajikan penjaminan dan dalam hal ini kami Menyajikan dana penjaminan kalau sampai terjadi kewajiban itu ter-call Rp635 miliar,” kata Ani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI Wakil Rakyat RI di Jakarta Pusat, Senin (1/7).

Rinciannya, PMN untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp2 triliun, PT Industri Kereta Api (Persero) Rp965 miliar, Pelni Rp500 miliar. Lalu, usul PMN kepada Hutama Karya senilai Rp1 triliun dan Badan Financial institution Tanah Rp1 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(skt/pta)





Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *