Fakta-fakta Mind Cipher di Pembobolan PDNS 2, Motif Sampai saat ini Histori

Fakta-fakta Mind Cipher di Pembobolan PDNS 2, Motif Sampai saat ini Histori

Daftar Isi



Mind Cipher, yang disebut sebagai kelompok ransomware, mengaku sebagai peretas Pusat Information Nasional Sementara (PDNS) 2, di Surabaya, sambil mengklaim Berniat memberi kunci dekripsinya secara free of charge. Simak fakta-faktanya sejauh ini.

Pengakuan itu terungkap dalam unggahan di discussion board gelap yang diposting ulang perusahaan intelijen siber asal Singapura StealthMole di Twitter.

Geng ransomware Mind Cipher mengumumkan mereka Berniat merilis kunci dekripsi secara free of charge pada Rabu ini. Mereka menekankan pentingnya pendanaan dan spesialis keamanan siber,” menurut StealthMole, Selasa (2/6).


[Gambas:Twitter]

Bila benar, meski Berniat terlalu polos buat percaya, pemberian dekripsi free of charge itu bisa jadi jalan pintas di tengah tuntutan tebusan US$8 juta atau sekitar Rp131,8 miliar.

PDNS 2 sendiri lumpuh sejak 20 Juni akibat serangan ransomware. Information-data yang ada di dalamnya, yang berasal dari 282 institusi pusat dan daerah, pun dikunci.

Sejauh ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum Menyajikan konfirmasi soal tawaran Mind Cipher ini.

Begitu pula soal perkembangan analisis forensik pasca-insiden siber itu, masih nihil replace.

Untuk lebih lengkapnya, berikut fakta-fakta seputar Mind Cipher yang terkait insiden siber PDNS 2:

Minta maaf, klaim Berniat beri kunci

Mind Cipher mengaku menyesal atas serangan terhadap PDNS yang berdampak pada publik itu sambil Menyajikan kunci pembuka information secara free of charge.

“Rabu ini, kami Berniat memberi Anda kuncinya secara free of charge,” menurut keterangan tersebut.

Kelompok ini Bahkan meminta perwakilan pemerintah buat mengontak mereka secara privat Bila “menganggap salah mengucapkan terima kasih kepada hacker.”

“Pada hari Rabu, kami Berniat membuktikan bahwa kami menepati janji kami,” klaim mereka.

Tak lupa, Mind Cipher mengucap “mohon maaf karena hal ini berdampak pada semua orang.”

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I Lembaga Legislatif, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengungkap pelaku peretasan PDNS 2 Merupakan Aktor atau Aktris non-negara. Meskipun demikian, ia belum Menyajikan rincian lebih jauh soal itu.

Motif tes penetrasi

Dalam pesan tersebut, Mind Cipher menyelipkan pesan buat mendorong pendanaan sektor teknologi dan pengayaan sumber daya manusianya.

“Kami berharap serangan kami menjelaskan kepada Anda betapa pentingnya membiayai industri dan merekrut spesialis yang berkualifikasi.”

Mereka Bahkan mengklaim serangan siber ini “tidak terkait konteks politik, hanya pentest (tes penetrasi) dengan pasca-bayar.”

Tes penetrasi biasanya dilakukan white hack hacker buat menguji sistem tertentu atas pesanan si pemilik sistem. Bentuknya, upaya peretasan berbayar. Setelah ditemukan celah, peretas memberi tahu celahnya pada pemesan.

Nihil rekam jejak, software program baru

Sesuai aturan penelusuran, nama Mind Cipher belum terdeteksi sebagai kelompok ransomware dengan riwayat peretasan besar.

Istilah Mind Cipher lebih merujuk pada pada perangkat lunak atau software program pengembangan terbaru buat membobol sistem dan mengunci information di dalamnya alias teknik ransomware.

Kepala BSSN Hinsa Siburian sebelumnya mengungkap Mind Cipher merupakan pengembangan terbaru dari Lockbit 3.0.

“Insiden pusat information sementara ini Merupakan serangan siber dalam bentuk ransomware dengan nama Mind Cipher ransomware. Ransomware ini Merupakan pengembangan terbaru dari ransomware Lockbit 3.0,” ujar Ia, Senin (24/6).

Melansir Bleepingcomputer, Mind Cipher Merupakan sebuah operasi ransomware baru yang mulai diluncurkan pada awal Juni, yang melakukan serangan terhadap organisasi-organisasi di seluruh dunia.

Sebanyaknya sampel ransomware Mind Cipher diunggah ke berbagai situs berbagi malware selama dua pekan terakhir.

Sampel-sampel tersebut dibuat dengan menggunakan pembuat LockBit 3.0, yang disalahgunakan oleh para penjahat siber untuk meluncurkan operasi ransomware mereka sendiri.

Mind Cipher sendiri hanya membuat beberapa perubahan kecil pada enkriptor tersebut. Salah satu perubahannya Merupakan tidak hanya menambahkan ekstensi pada file terenkripsi, tetapi Bahkan mengenkripsi nama file.




Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *