Rejeki Berlimpah Berkat Sedekah Jumat

Sedekah sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, tidak kenal waktu, semua hari baik jika tujuannya semata-mata hanya mengharap ridho Allah. Namun, banyak yang percaya bahwa sedekah pada hari Jumat dan hari kelahiran memiliki keistimewaan tersendiri.

<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>> 

Suryadi (48), yang tinggal di Tarik, Sidoarjo, hanyalah seorang karyawan biasa di sebuah pabrik kertas yang ada di Jalan Raya Surabaya-Mojokerto. Gajinya tidak terlalu besar, namun boleh dibilang kehidupan ekonomi keluarganya paling baik di antara teman-teman sekerjanya. Banyak yang heran melihat kehidupan ekonomi Suryadi yang lebih dari cukup, sedang yang lain masih sering merasa kurang. Ia pun tak pelit membagi rahasia ketika ada salah seorang rekan kerjanya yang menanyakan bagaimana resepnya sehingga keluarganya bisa berkecukupan seperti itu.

“Rahasianya adalah sedekah pada hari Jumat,” begitu ucap Suryadi.Menurut Suryadi, cara tersebut tidak susah dan boleh dibilang sangat praktis. Seseorang yang ingin bersedekah cukup memilih hari baik, yaitu pada hari Jumat atau hari kelahirannya. Amalan tersebut ia dapatkan dari gurunya, seorang kiai sepuh yang tinggal di Sooko, Mojokerto.  Lebih rinci lagi laki-laki ini menjelaskan jika bersedekah yang dianutnya itu boleh dibilang agak unik, yaitu, uang yang akan disedekahkan mengikuti jumlah “Sembilan”. Misalnya, Rp. 90,-  Rp. 900,-  Rp. 9.000,-  Rp. 90.000,- dan seterusnya, tergantung kemampuan seseorang yang akan melakukannya.

Sejumlah uang yang dipilih untuk disedekahkan itu tidak perlu dilakukan amalan-amalan lain, semisal diasmak atau dibungkus dalam amplop tertentu. Melainkan cukup langsung disedekahkan kepada orang yang patut menerima, secara terang-terangan, atau secara rahasia. Mengenai hari yang dianggap baik itu tergantung selera. Ada orang yang menganggap bersedekah yang paling baik pada hari Jumat, namun ada yang memilih hari kelahirannya berdasarkan kalender Jawa. 

Bersedekah, menurut ajaran agama Islam, yang paling baik dilakukan secara rahasia atau sirri.  Karena itu,  ada yang memilih sedekah kepada orang buta, atau mengirimkan uang itu (melalui pos) tanpa menyebutkan dari siapa uang itu dikirim. Hikmah melakukan sedekah rahasia amatlah besar. Bahkan para ahli hikmah menyarankan, seseorang yang akan memulai suatu ritual batin, hendaknya  memulainya dengan bersedekah terlebih dahulu. Sebab, sedekah itu bisa menjadi pendorong lebih cepatnya sampai apa yang dicita-citakan seseorang.

Kenapa hari Jumat dianggap paling baik untuk melakukan sedekah, berikut ini adalah penjabarannya. Dari Salamah Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda: Hari terbaik yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Sebab pada hari itu Allah Azza wa Jalla menciptakan Adam as., Dia memasukkan Adam ke surga, pada hari itu ia diturunkan ke bumi, dan pada hari itu terjadi kiamat serta pada hari itu terdapat satu masa dimana tidak seorang pun berdoa kecuali Dia akan mengabulkan doa itu. (HR. Muslim)

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata “Sesungguhnya dinamakan hari Jumat dikarenakan kata jumat itu merupakan musytaq (derivasi kata) dari al-Jam’u (himpunan atau kumpulan). Sesungguhnya umat Islam berkumpul pada hari Jumat tiap minggu sekali di dalam suatu tempat yang sangat besar (masjid)” Allah memerintahkan kaum mukminin untuk berkumpul dalam rangka beribadah kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Ibnul Qayyim Al-Jauzi mengatakan: “Termasuk petunjuk Nabi, ialah mengagungkan, memuliakan dan mengkhususkan hari agung ini dengan berbagai macam bentuk ibadah….” Dan dalam kitabnya Zadul Ma’ad, beliau menghitung lebih dari 30 keistimewaan dari hari agung ini.

Di antara keistimewaan bagi hari Jum’at adalah:  Hari Jumat adalah hari raya yang selalu berulang. Maka dari itu puasa pada hari Jumat tanpa hari yang lain diharamkan, untuk membedakan dengan kaum Yahudi dan Nasrani juga agar umat Islam mempergunakannya dalam memperbanyak amal seperti shalat, doa dan yang lainnya.

Hari Jum’at adalah yaumul mazid, yaitu hari saat Allah menampakkan diri di hadapan kaum mukminin di surga nanti. Allah berfirman: Mereka di dalam surga memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya”. (QS. Qaaf: 35). ‘Tambahannya’ dalam ayat ini menurut Anas bin Malik adalah Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.

Pada hari ini terdapat waktu mustajab. Nabi, bersabda: Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat suatu saat yang tidak ada seorang muslimpun yang melaksnakan shalat sambil meminta sesuatu kepada Allah kecuali dikabulkan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan amal shalih di dalamnya. Nabi, bersabda: Ada lima perkara, siapa saja yang melakukannya pada satu hari maka dia termasuk ahli surga; orang yang menjenguk orang sakit, menyaksikan jenazah, berpuasa, pergi ke shalat Jumat dan memerdekakan seorang budak. Yang dimaksud dengan puasa dalam hadits di atas adalah yang bertepatan pada hari Jumat tanpa disengaja.Hari terjadinya kiamat. Nabi, bersabda: Tidak terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat. (HR. Muslim)

Hari dihapusnya dosa-dosa. Dari Salman Al-Farisi beliau berkata: Nabi, bersabda: Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jumat dan bersuci dengan sebaik-baiknya, mengenakan minyak rambut sebaik mungkin atau memakai wewangian dengan sebaik-baiknya kemudian dia keluar (pergi ke masjid) dan tidak memisahkan dua orang (dengan melangkahi mereka), kemudian melakukan shalat yang telah ditentukan, lantas mendengarkan khutbah kecuali diampunkan dosanya antara hari itu dan Jum’at yang lain. (HR. Bukhari)

Orang yang pergi ke shalat Jumat dengan berjalan kaki mendapatkan pahala besar. Nabi, bersabda: Siapa saja yang mandi pada hari Jumat dan pergi lebih awal menuju tempat Jumat kemudian berjalan kaki tanpa kendaraan dan mendekat kepada imam lalu mendengarkan khutbah tanpa disertai dengan amalan sia-sia, maka dari setiap langkahnya dia mendapatkan amal satu tahun pahala puasa dan shalatnya. (HR. Abu Daud)

Dari Jumat yang satu sampai Jumat berikutnya adalah pelebur dosa yang terjadi di antaranya ditambah tiga hari. Nabi, bersabda: Siapa saja yang mandi lalu mendatangi shalat Jumat. Kemudian shalat semampunya terus mendengarkan khutbah hingga selsesai lalu shalat bersama imam, maka diampunkan dosanya yang terjadi antara dua Jumat ditambah tiga hari. (HR. Muslim)

Meninggal pada hari atau malam Jumat termasuk tanda husnul khatimah. Nabi, bersabda:

Siapa saja yang meninggal pada hari atau malam Jumat maka dia terpelihara dari fitnah kubur. (HR. Ahmad)

Sedekah pada hari Jumat lebih baik daripada sedekah di hari lainnya. Ibnul Qayyim berkata: “Sedekah di hari Jumat dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan sedekah di bulan-bulan selainnya. Saya telah menyaksikan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah jika keluar menuju Jumat beliau bawa apa yang ada di rumahnya lalu beliau sedekahkan dalam perjalanannya menuju masjid secara sembunyi-sembunyi”. Disamping itu masih ada banyak lagi keutamaan dan keistimewaan lain bagi hari agung ini.

Setelah mengetahui keutamaan hari Jumat seperti tersebut di atas, alangkah ruginya jika kita tidak melakukannya. Tentu, agar apa yang menjadi keinginan kita mudah terkabulkan, terlebih dulu kita harus selalu menjalankan perintah sholat yang diwajibkan Allah SWT kepada kita.