Penemuan Mumi Keluarga Hakim Zaman Firaun

Sebuah penemuan yang disebut-sebut sebagai hal yang sangat penting baru-baru ini dilakukan sekelompok arkeolog Mesir yang melakukan eksplorasi di sebuah kuburan berusia 3.500 tahun. Para arkeolog itu menemukan sejumlah mumi, sarkofagus kayu berwarna-warni, dan lebih dari 1.000 buah patung penguburan di sebuah kuburan berusia 3.500 tahun di dekat Kota Luxor.

Kuburan yang ditemukan di Draa Abul Nagaa itu diperkirakan berasal dari Dinasti ke-18. Kuburan tersebut berisi sedikitnya delapan mumi. Kuburan yang diketahui milik seorang bangsawan bernama Userhat yang berprofesi sebagai hakim itu kemudian dibongkar, untuk melindungi mumi dari para penjarah. Dan didapati lebih banyak mumi lagi di dalamnya. Mumi-mumi itu berasal dari Dinasti ke-

21, sekitar 3.000 tahun silam. “Sangat mengejutkan melihat berapa banyak mumi di dalamnya. Kami menemukan Ushabti (patung ukiran berukuran kecil) dalam jumlah besar, lebih dari 1.000 buah. Ini adalah penemuan penting,” ujar Menteri Barang Antik Mesir Khaled el Enany, seperti dimuat Channel News Asia.

Ushabti sering ditaruh bersama dengan jenazah di dalam kuburan-kuburan Mesir Kuno untuk menjaga orang mati tersebut di kehidupan selanjutnya. Ketua Misi Arkeologi, Mostafa Waziri mengatakan, penggalian di dalam kuburan tersebut akan terus dilakukan. “Kami menemukan 10 peti jenazah dan delapan mumi. Penggalian akan terus berlangsung,” ujarnya.

Beberapa peti jenazah ditemukan dalam keadaan sangat terawat. Namun, beberapa peti lainnya kondisinya sangat buruk bahkan ada yang patah setelah terkubur ribuan tahun. Pemakaman tersebut terletak di sepanjang sisi barat Sungai Nil yang membentang hingga Luxor. Sejumlah Raja Mesir Kuno (Firaun) yang terkenal dimakamkan di sana, termasuk Tutankhamun.

Usia kuburan tersebut diketahui lewat kaligrafi yang berada di atapnya. Kuburan dan kuil-kuil suci Thebes yang menjadi Ibu Kota Mesir Kuno dikenal sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan. Namun, jumlah turis menurun sejak gejolak politik yang dimulai pada 2011 seiring kejatuhan Presiden Hosni Mubarak. Khaled el Enany berharap penemuan baru tersebut dapat menarik minat turis kembali untuk berwisata ke Luxor

Mumi Kutukan

Penemuan mumi memang sudah berlangsung sejak awal abad ke 19. Namun, di masa itu ketika seseorang menemukan mumi, bukannya diteliti kemudian disimpan di museum, mumi itu akan dibuka dari bungkusnya dan bagian-bagian badannya akan digunakan untuk berbagai macam keperluan, misalnya sebagai obat. Bungkusnya dipakai sebagai alas untuk melukis.

Seringkali penggerogotan badan mumi itu dilakukan, sehingga ketika tradisi itu berhenti, penemuan-penemuan mumi setelahnya yang ditampilkan ke publik begitu menghebohkan. Berikut adalah tiga penemuan mumi yang terkenal:

Mumi Ginger

Mumi yang dinamakan ginger karena rambutnya yang merah ini merupakan mumi pertama yang ditemukan dan diabadikan di museum, tepatnya di British Museum pada tahun 1901. Mumi Ginger dikenal sebagai mumi tertua yang pernah ditemukan, berasal dari tahun 3.400 SM.

Mumi Hatsheput

Seorang arkeologis Howard Carter menemukan tempat terkuburnya mumi yang dulunya adalah seorang Faraoh Mesir terkenal, Hatshepsut, yang memimpin Mesir selama dua dekade. Tapi, apa yang ditemukan Carter di peti mumi bernamakan Hatshepsut di Egypt’s Valley of The King di tahun 1902 itu hanyalah ruang kosong, dengan satu potongan gigi molar yang tersisa. Sementara itu, di wilayah kuburan lain yang dinamakan KV60, Carter menemukan dua peti sekaligus: diketahui dari prasasti di atasnya, satu peti itu berisikan mumi perawat sang Ratu, sementara satu peti lainnya diduga adalah mumi sang Ratu sendiri, dilihat dari kecocokan potongan gigi yang sebelumnya ditemukan Carter di kuburan Hatsheput yang pertama.

Mumi King Tut atau Tutankhamen

20 tahun setelah penemuan kuburan farao Mesir Hatsheput, Howard Carter kembali menemukan kuburan mumi lain, kali ini adalah Farao muda Tutankhamen atau yang lebih dikenal sebagai King Tut. Meski umurnya masih sembilan tahun, farao kecil itu memimpin Mesir selama sepuluh tahun (1333-1324 SM).

Peti mumi King Tut saat itu masih berlimpahkan harta kekayaannya semasa hidup, padahal saat itu kerapterjadi pencurian emas dan artefak berharga lainnya dari peti-peti mumi. Tak lama setelah menemukan peti mumi King Tut, Howard Carter tewas akibat terinfeksi gigitan nyamuk dari peti sang farao. Hal itu menguatkan mitos bahwa sang raja muda menyimpakan kutukan kepada siapa saja yang berani mengulik makamnya.

Mumi Bercincin Batu Akik

Para pekerja yang sedang mengerjakan proyek pelebaran jalan di Kota Taizu, China menemukan sebuah peti kuno di bawah permukaan tanah yang mereka gali. Peti dari kayu yang di luarnya dilapisi batu tersebut berisi mumi seorang wanita yang diperkirakan berusia lebih dari 700 tahun.

Jika dilihat dari pakaian sutranya, arkeolog memperkirakan mumi wanita tersebut adalah seorang bangsawan di zaman Dinasti Ming yang berkuasa di China sekitar tahun 1368-1644 masehi. Wajah dan tubuhnya masih berbentuk utuh, alisnya masih ada, dan di jari tengah tangan kanannya menggunakan cincin akik berwarna hijau. Di dalam peti kuno tersebut juga ditemukan keramik, tulisan kuno, dan beberapa relief lainnya yang akan disimpan di museum khusus menyimpan barang-barang peninggalan Dinasti Ming.