6  Laku Pembangkit Gairah Ala Serat Centhini

source : trekearth

Hubungan seksual tidak sekadar pemuasan nafsu manusia, tetapi juga sebagai bentuk ungkapan perasaan cinta kasih, prokreasi sekaligus sebagai wahana ibadah.”

Sejak zaman kuno, rutinitas hubungan seks diwarnai berbagai tata cara dan ritual yang membuat ritus seks ini memiliki nilai sakral. Banyak kitab-kitab kuno yang membahas urusan ranjang ini saling mempengaruhi dan mengambil pengaruh dengan perubahan yang lebih sesuai dengan lokasi manusia dan kebudayaan pendukungnya berada.

Jika di India ada Kamasutra, maka di Nusantara juga mengenal kitab sejenis dengan nama Centhini. Meski bukan kitab yang melulu mengulas gaya dan tata cara ritual seks, namun dengan lengkap Centhini membabar langkah dan gaya seksual yang dapat membuat pasangan suami istri mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin.

Serat Centhini, suluk kebudayaan Nusantara, source : langgar

Tidak mengherankan jika di abad modern ini, masih banyak pasangan yang mencari dan mempraktekkan ajaran kitab yang ditulis pada masa Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunagara III layak menjadi rujukan. Sebagai contoh pada Serat Centhini pada Pupuh Salisir  terungkap pula dengan jelas bahwa suami harus memperhatikan istrinya berdasarkan ciri-ciri atau penampakan tubuhnya, sebelum melakukan hubungan badan. Selain diungkap mengenai tata cara, etika, dan ritualisasi, dalam Serat Centhini II (Pupuh Asmaradana) diulas pula bentuk-bentuk serta pose hubungan seksual yang seharusnya dilakukan. Semua itu dimaksudkan agar pasangan dapat mencapai kepuasan bersama-sama.

Rayuan dan dan gaya bercinta dianggap sangat penting bagi pasangan suami istri. Selain menambah gairah hubungan intim, rayuan dan gaya bercinta juga dapat menghindari kebosanan di atas ranjang. Sedikitnya ada 6 cara bangkitkan gairah seks wanita versi Kamasutra Jawa ini

Tidak sekedar laku seksualitas pemuas nafsu, source : nusantaranews

Asmara Tura

Asmara Tura juga disebut sengseming pandulu.  Atinya,   kedua insan yang bercinta haruslah   dilandasi oleh rasa saling tertarik kepada kepada kecantikan dan ketampanan pasangannya. Saat  cinta telah bersemi, semuanya tampak indah. Keindahan ini akan terus berserta dan tampak pada pasangan masing-masing. Si wanita apapun kondisinya ketika memasuki tahapan ini akan terlihat sangat menarik demikian juga sebaliknya.

Asmara Dana

Asmara Dana   disebut juga sengseming pocapan. Untaian syair, puisi dan kata-kata mutiara seringkali dilantunkan oleh sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta guna  merayu pasangannya.  Ungkapan kata  rayuan itu sungguh mempesona dan punya daya magis ajaib yang menimbulkan bukit cinta kasih semakin meninggi. Disini kelebihan lelaki akan terlihat. Sebab sebagai pihak yang mengambil inisiatif menyerang akan mengeluarkan seluruh kemampuannya.   Pihak perempuan yang sudah memiliki benih cinta pada laki-laki tersebut, biasanya akan terbius dan menyerahkan jiwa raga sepenuh kasih.

source : jawapos

Asmara Turida

Asmara Turida  disebut juga sengseming pamirengan. Maknanya kedua insan yang bercinta akan semakin larut dalam asyik masyuk dengan sendau gurau dan rayuan mesra yang membuat rangsangan pada daun yang dikirimkan ke gendang telinga. Suara yang merdu, desah napas yang syahdu akan membuat kedua pasangan terlena. Sepasang suami istri yang sedang bercinta, akan lebih nikmat jika si istri mengimbangi suami dengan desah-desahan yang terkendali.

Asmara Tantra

Asmara Tantra disebut juga sengseming pangarasan. Kamasutra ini menekankan pentingnya berciuman yang penuh hangat dan gairah. Tak bisa dipungkiri, ciuman merupakan pemantik birahi yang paling dahsyat. Kedua insan yang sedang among tresna tidak akan melupakan ciuman, entah itu dahi, pipi, mata, bibir atau bagian tubuh yang lain.

Asmaragama

Asmaragama disebut juga sengseming salulut. Centhini  menekankan arti puncak dari karonsih adalah salulut, yakni penetrasi atau coitus yakni  masuknya alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin wanita. Menurut Kitab ini, alat kelamin laki-laki sebelum masuk ke dalam liang vagina harus dipastikan empat hal, yakni besar, panjang, keras dan hangat. Sedangkan alat kelamin perempuan yang mampu memberikan kenikmatan bagi laki-laki adalah yang hangat dan empuk.

Asmara Nala

Asmara Nala disebut juga sengseming nala. Diajarkan agar kedua insan yang bercinta hendaknya dilandasi oleh cinta kasih yang muncul dari lubuk hati masing-masing. Ketika dua insan saling tergetar jiwanya satu sama lain, maka mereka akan mendapati bagian yang sesungguhnya dalam hubungan karonsih itu.