Koin Semar Penggugah dan Penakluk Cinta

Filosofi Semar adalah tokoh dalam dunia pewayangan Jawa yang memiliki karakter bijkasana, ayah yang baik dan pemberi  nasihat kepada pada pangeran. Namun sejatinya semar adalah sosok reinkarnasi dari Batara Wismaya.

Dewa Wismaya adalah saudara dewa Siwa yang turun ke dunia untuk menemani dan membimbing para Pandawa dalam menegakkan kebenaran dan menumpas kekejian dan ketidakadilan yang dilakukan Kurawa.

Namun mainstream tidak sedang membahas karakter Semar melainkan koin Semar. Benda ini memiliki  nilai keagamaan yang tinggi, menurut sejarah koin semar mulai dibuat di kerajaan Majapahit, terbuat dari kuningan. Kuningan sendiri adalah bahan yang yang terbuat dari campuran  tembaga.

Sejarah koin meluas dari zaman dahulu hingga sekarang, dan terkait dengan sejarah ekonomi, sejarah teknologi percetakan, sejarah yang ditampilkan gambar pada koin. Namun koin semar pada masa-masa sesudahnya  diyakini dapat digunakan sebagai jimat.

Koin semar jadi jimat karena tulisan Jawa kuno  di koin itu tentang kesetiaan seseorang. mungkin berfungsi untuk ilmu cinta. Diyakini bahwa koin tersebut mampu menghasilkan aura untuk menarik kekasih dan menimbulkan kerinduan. prasasti yang terukir pada koin bak dawai penggugah rasa cinta dan kesetiaan. Source : Heritage History