Psikometri, Sentuhan Perekonstruksi  Masa Lalu

“Hanya lewat sentuhan, kejadian masa lalu dapat divisualkan ulang. Detail kejadian ketika seperti tengah diputar ulang. Kemampuan ini bahkan sudah di manfaatkan oleh CIA dan FBI untuk memecahkan kasus-kasus pelik. Benarkan banyak orang Indonesia juga memiliki kemampuan psikometri ini?”

Lewat sentuhan-sentuhan halus, lelaki muda mulai menjelajah ruangan yang sudah porak-poranda. Disingkapkannya, lembaran kain gorden yang terserak di lantai yang sudah rata terjamah debu.   Langkahnya semakin pelan saat ia mendapat kalung rantai. “Ini milik korban.” ujar lelaki tadi singkat. Kalung berwarna silver itu kemudian ia remas sambil dan untuk beberapa saat dimainkan diantara jari-jemari tangannya. “Ada perlawanan sebelum pelaku menghabisi korban. Korban sempat berteriak dan meronta. Pelaku seorang lelaki dengan ciri-ciri……,” terangnya.

Itulah sekelumit tugas Opsir Edward Stom, seorang polisi yang bertugas di Metro London. Edward Stom adalah detektif yang memiliki tugas khusus untuk melakukan olah tempat perkara beraneka kejadian kriminal yang terjadi di wilayah hukumnya. Kemampuan untuk menjelajah kejadian di masa lalu ini memang sebuah kemampuan yang terbilang langka. Dalam pengertian ilmiah kemampuan itu disebut  Psychometry yaitu kemampuan psikis di mana seseorang bisa merasa Langkah atau ‘membaca’ masa lalu suatu obyek lewat sentuhan.

Saat menyentuh obyek yang dituju, Stom akan menerima informasi   Flasback atau kilasan masa lalu dan future atau terawang masa depan.   Gambaran imajinasi tersebut dapat dirasakan dalam bentuk gambar, suara, bau, rasa, bahkan emosi dari pemilik benda tersebut. “Semua gambaran itu nyata, dan aku merasakannya dengan seutuhnya. Memang kadang kemampuan ini sangat membantu tugas polisi dalam mengungkap kejadian. Namun polisi tidak bisa bekerja hanya berdasarkan informasi ini. Bukti tetap menjadi tujuan utama dalam sebuah menyelidikan,” tegas Opsir Stom.

Kemampuan psikometri ini memang terbilang langka. Di Indonesia,    banyak orang memiliki kemampuan seperti ini, hanya mereka tidak bisa langsung dilibatkan dalam tugas-tugas resmi atau formal secara terbuka. Meski begitu, peran pemilik kemampuan ini kadang menjadi pintu pembuka untuk menguak kasus-kasus pelik. Namun karena sifat sulit dibuktikan secara ilmiah, di Indonesia, pemilik kemampuan psikometri ini banyak hanya terlibat dibelakang layar alias tersembunyi.

Lewat sentuhan, pemilik kemampuan psikometri akan  mendapatkan visi atau pengeliharan kapanpun dan dimanapun. Karenanya psikometri kerap disebut sebagai seni merasakan energi-energi yang terpancar dari benda mati. Dalam ilmu Psikometri setiap benda baik hidup maupun mati mempunyai energi. 

Dalam dunia psikis hal ini bisa disebut juga Aura atau Prana, Prinsipnya adalah setiap molekul benda mati dan hidup bergetar, begitu juga elektron-elektron dari atom-atomnya berpendar dan memancarkan energi.  Gaya tarik-menarik antar molekul dan atom menyebabkan energi yang memancar dari   benda di sekitar obyek dapat diserap oleh obyek dan disimpan sebagai rekaman kejadian. Rekaman kejadian itu bisa mengendap sampai puluhan tahun lamanya bahkan jika ia memiliki energy yang kuat maka ia bisa mengendap selama ratusan tahun atau lebih.

Menurut Gunadi Widjaya, pakar  fengshui Jakarta, visual yang mampu dilihat mata lewat psikometri memiliki  panjang gelombang antara 200- 700 nano meter dengan frekwensi 10 pangkat 14 hz. “Secara teknis  psikometri memiliki persamaan dengan  foto aura,” terangnya. Alam semesta, lanjut Gunadi, menyimpan frekwensi tertentu, dan foto  foto aura dapat mendeteksi dan akan menangkap getaran frekwensinya. “Cara kerja foto aura mengambil energi listriknya dari seseorang ditangkap melalui kamera dan dicomfort lagi supaya dapat dilihat dengan mata,”imbuhnya.

Kalau kita tidak bisa melihat itu bukan berarti barang itu tidak ada, tapi mata kita tidak bisa menangkap spek itu.  Ditambahkan Gunadi ilmu psikometri  secara umum terbagi 3 yaitu gas, liquid dan solid. Persamaan dari ketiganya adalah frekwensi atau getarannya. Sedang bedanya terletak pada   jumlah  frekwensinya.  Gas memiliki  frekwensi tinggi, disusul liquid atau cari  frekwensi dan yang laing rendah  adalah solid atau padat.

  “Nah yang ditangkap di sekeliling bumi yang padat yang merupakan perwujudan gas juga, jadi dari gas bisa menjadi liquid kemudian jadi solid dan bisa balik lagi menjadi gas. Tentunya dengan cara-caranya baik itu mengembun, disuling, dan dipanaskan,”urainya.  

Untuk menjelaskan konsep itu Gunadi Wijaya menjelaskan dengan cara kerja AC atau lemari pendingin. “Diseliling kita penuh dengan uap air yang belum menjadi air. Uap air dikumpulkan menjadi satu dan dimasukkan dalam kulkas menjadi batu es. Begitu pula sebaliknya es batu di panaskan akan menjadi gas. Begitupun bumi, konsepnya sama yang padat. Makanya bumi ini punya berbagai lapisan, ” papar lelaki murah senyum ini.  

Gunadi menjelaskan untuk lapisan-lapisan ini bisa dihubungkan dengan manusia  yang memiliki badan halus dan kasar. Untuk badan kasar maupun halus mempunyai spek, sedangkan psikometri dikaitkan dengan badan halus. Badan kasar mempunyai spek yang sudah ditentukan, badan halus speknya tidak ada. Sampai sekarang belum terdeteksi speknya seperti apa. “Makanya tidak bisa melihat badan kasar tapi bisa melihat dengan badan halus. Bentuknya bisa ke hantu ataupun lainnya,” tegasnya.

 Dengan psikometri setiap benda menyimpan memori. Kemudian kita akan membaca bukan dengan badan kasarnya melainkan dengan badan halusnya . “Jadi saat dipegang suatu benda yang bekerja adalah badan halus kita dengan menangkap frekwensi . Pada waktu menangkap frekwensi, otak akan menggambarkan seperti hanyalah ‘meng kopi paste’ atau nonton video . Dia hanya mengamankan benda yang ditangkap oleh badan halus ini. Semakin sensitif semakin sinkron sesuatu yang ditangkap maka akan ditangkap gambaran yang dilihat bendanya,”terangnya.

 Gunadi juga mengatakan ada orang-orang tertentu yang getarannya sangat cepat dengan benda sekelilingnya. Ini disebabkan energi badan halus ini sinkron dengan benda disekitarnya. Untuk melihat ini dapatlah dilatih disaat sebelum tidur dengan mereview apa yang kita lakukan pada hari itu mulai dari bangun tidur hingga mau tidur.

“Sebenarnya tujuan nya untuk melatih badan halus karena badan halus ini menyimpan 7 cakra. Saat cakra ini diaktifkan kuncinya dimata ketiga yang bisa tembus alam gaib. Nah sebisa mungkin cakra yang ketiga inilah yang dilatih setiap hari,”ujarnya. Gunadi menerangkan semestinya ilmu psikometri ini bukanlah tembus di alam gaib, tetapi hanya mensinkronkan energi dan mensinkronkan frekwensi badan halusnya terhadap benda  yang dipegang untuk dilihat apa yang terjadi.

Psikometri hanyalah menyamakan frekwensi otaknya terhadap getaran benda di sekelilingnya. Bagi siapa saja yang memiliki indra sensitif dapat membaca energi itu. Jika suatu waktu anda sedang memegang atau berada di dekat sebuah benda lalu anda tiba-tiba merasakan perasaan tertentu – dalam bahasa sehari-hari seperti ada perasaan lain, suatu sensasi tiba-tiba seperti perasaan sedih atau perasaan nyaman, ada kemungkinan Anda memiliki kemampuan psikometri. Sebaiknya kemampuan tersebut dikembangkan, karena akan sangat berguna dalam hidup anda, seperti misalkan anda seorang polisi penyelidik kejahatan, broker barang antik, atau kolektor benda seni.