5 Hal Yang Tanpa Disadari Dapat Merusak Otak

Organ yang paling vital adalah otak. Kerusakan otak akan berpengaruh bagi kesehatan seluruh tubuh. Bahkan kerusakan otak juga dapat memicu penyakit yang menggerogoti tubuh. Dan ada beberapa hal atau kebiasaan  yang harus dihindari karena mampu mempercepat  kerusakan otak. Berikut Mainstream merangkum  5 hal  yang dapat  merusak otak:

source : a2dominion

Kesepian

Kesepian tak memandang usia juga strata sosial. Hal yang perlu diketahui, jangan pernah biarkan kesepian menguasai diri Anda. Karena kesepian akan berdampak menggerogoti kesehatan otak. Kesepian juga memicu munculnya stress yang dapat merusak dan mematikan sel-sel otak.  Kesepian akan menaikkan potensi hingga 50 persen seseorang menderita demensia atau kepikunan.

Kurang Tidur

Ini yang jarang disadari oleh banyak orang, terutama anak-anak muda. Begadang dilakukan hanya untuk bersenang-senang, padahal otak sangat membutuhkan  meregenerasi sel. Sel-sel otak yang  rusak  diganti dengan yang baru. Dan proses ini hanya bisa terjadi saat manusia tertidur.  Saat kurang tidur,  otak tak bisa melakukan tugasnya memperbaiki diri sendiri. Sebaliknya, otak akan rusak semakin parah. Lama kelamaan fungsi otak akan menurun.

source : ei

Tidak Olahraga

Olah raga diyakini dapat merangsang otak berfungsi secara optimal. Olahraga juga  bermanfaat bukanhanya  untuk kebugaran fisik, tapi juga otak. Kita jarang atau sama sekali tidak berolah raga  otak akan  mengalami kerusakan. Olahraga dapat meningkatkan fungsi otak, seperti jalan santai 30-60 menit, 3-5 kali seminggu sudah cukup untuk meningkatkan fungsi otak.

source : tmc

Malnutrisi

Yang tak bisa dilepaskan adalah asupan nutrisi bagi otak. Karena makanan juga berpengaruh bagi kesehatan otak. Makanan tak sehat, cepat saji tinggi lemak akan  meningkatkan inflamasi di otak. Disarankan untuk perbanyak makanan  kaya antioksidan seperti buah, sayur, ikan, daging dan lain sebagainya yang kaya vitamin dan antioksidan.

Tidak Punya Tujuan

Bahaya orang yang tidak memiliki cita-cita, keinginan atau bahkan tujuan hidup.  Studi ilmiah menyatakan  orang yang tidak memiliki tujuan hidup 2,5 kali lebih rentan terserang alzheimer. Ini karena memiliki tujuan hidup akan membuat otak tetap aktif dan tidak mengalami kerusakan.