Ni Ketut Nepa, Penari Tertua Di Dunia

Ni Ketut Nepa, source : info bali

Ni Ketut Napa telah menari sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Ia masih ingat benar ia mulai menari sejak 1916 hingga saat ini. Ketut Nepa disebut-sebut sebagai penari tertua yang masih sanggup menari.

Di Bali, Nepa termasuk penari legendaries selama hampir seabad ia sudah menjadi maestro tari Berko. Berko sendiri adalah tarian sakral dan saat ini sudah sangat langka karena sudah tidak banyak penari yang mampu menarikan tarian tersebut. Berko adalah seni asli Jembrana, Bali Barat, yang menggabungkan unsur orkes bambu dan tari.

Meski menari sudah lebih dari seabad namun diusia tuanya, Ni Ketut Nepa hidup dalam kesusahan. Kemiskinan mencengkeram hidup wanita renta ini, ia pun harus hidup  di rumah bambu kecil di desa pendem, jembrana. Padahal kesenian Berko ini sangat kondang pada sekitar 1925.

Tetap menari walau tak muda lagi, source : bali expres

Para penari dan pemain musik ini pada zamannya sangat terkenal. Kelompok kesenian ini sering bermain keliling kampung. Beberapa kali diundang ke Istana-istana Bali, kantor dan kediaman pada pembesar kolonial Belanda. Bahkan saat pendudukan Jepang, tarian Berko ini mendapat perhatian khusus dari orang-orang Jepang. Selama pendudukan Jepang (1942-1945) Nepa dan suaminya sering   diundang oleh pemerintah Jepang.

Sayangnya Pemerintah Bali kurang memberikan perhatian kepada insane seni yang telah mencurahkan segenap hidupnya untuk melestarikan kesenian tradisional Bali. Padahal tari Bali adalah tradisi tari kuno yang menjadi bagian dari ekspresi religious selain itu tarian Bali terkenal dinamis, anguler dan sangat ekspresif. mmg