Deteksi Arah Peruntungan dengan Pendulum (2)

source : dreamstime

Kira-kira 90 % penduduk dunia ini mampu menggunakan pendulum untuk mendeteksi fenomena kehidupan asalkan mau mencoba menggunakannya.”

Menurut Abrams, tubuh manusia sebenarnya semacam stasiun pemancar yang memancarkan isyarat-isyarat radiasi frekuensi tinggi dari tiap sel, jaringan dan organ. Menurutnya, pendulum bisa menangkap, atau menyerasikan, pancaran-pancaran ini dan menetapkan apakah pancaran itu menunjukkan kesehatan atau penyakit.

Abrams banyak dicemooh oleh rekan-rekannya. Meski demikian, ia telah membuka jalan bagi pengembangan pendeteksian penyakit dengan pendulum. Andre Bovis dari Perancis kemudian mengembangkan apa yang telah diteliti oleh Abrams sebelumnya. Bovis membuat teori bahwa bumi mempunyai aliran magnet positif yang berjalan dari utara ke selatan, dan aliran magnet negatif yang berjalan dari timur ke barat.

Menurut Bovis, aliran-aliran halus mempengaruhi semua bangunan di permukaan bumi. Ia temukan bahwa benda apa pun yang ditempatkan pada as utara-selatan akan terpolarisasikan. Penelitiannya menunjukkan bahwa tubuh manusia dipengaruhi oleh garis daya magnet ini. Ia berkesimpulan, bahwa energi positif dan negatif masuk dalam tubuh lewat salah satu kaki dan keluar lewat tangan yang berlawanan.

Dalam waktu bersamaan, sinar-sinar kosmis yang datang dari ruang angkasa masuk lewat kepala dan keluar lewat tangan atau kaki. Aliran getaran ini juga memancar dari mata kita masing-masing waktu mata dalam keadaan terbuka.

Bovis menciptakan pendulum yang sangat peka guna mengukur sinar-sinar misterius ini. Pendulumya terbuat dari kristal yang diberi ujung-ujung logam dan digantungkan dengan tali sutra merah dan ungu. Alat ini ia namakan paradiamagnetik, karena kepekaannya terhadap benda-benda yang ditarik atau ditolak oleh sebuah magnet.

source : gwh

Dengan menggunakan pendulum ini, ia dapat menentukan kualitas bahan makanan oleh adanya pancaran-pancaran getaran. Bovis menerapkan ketrampilannya untuk digunakan secara praktis dalam pekerjaannya sebagai pencicip anggur dan keju. Dengan menggunakan pendulum untuk mengecek berbagai jenis anggur dan keju, ia dapat menghemat indra perasanya yang akan ia gunakan hanya untuk anggur dan keju paling baik kualitasnya.

Bruce Copen, orang Inggris yang menjalankan perusahaan pembuatan dan memperdagangkan pendulum sejak 1947, telah menyampaikan pendapat yang mengejutkan mengenai penggunaan pendulum. Dengan tegas ia nyatakan bahwa kira-kira 90% dari penduduk dunia dunia dapat menggunakan pendulum guna mendeteksi radiasi asalkan mau mencobanya.

Dari yang 90% tersebut, ia perkirakan separuhnya dapat menjadi peneliti ilmiah bila diberikan latihan seperlunya. Menurut Copen, radiesthesia itu dapat digunakan untuk membantu penelitian dalam banyak bidang ilmiah. Pada saat ini, misalnya, para ahli geologi dapat menggunakan pendulum dalam pencarian endapan mineral; para petani dapat menggunakannya dalam proses-proses agraris; dan proses hortikulturis.

Melatih Kepekaan

Tapi, untuk menjadi seorang pemakai pendulum yang ahli, dibutuhkan intuisi tajam dan sedikit kepekaan alami. Untuk bisa memanfaatkan daya pendulum dibutuhkan seseorang yang batinnya sudah terlatih dengan baik. Yang dapat mengonsentrasikan dan mempertahankan pikirannya pada obyek tertentu, pikiran, orang, atau barang, atau ide.

Cara kerjanya mirip dengan proses pemancar TV atau radio, dimana batin bertindak sebagai pemancarnya. Setiap barang memiliki frekuensi getarannya sendiri-sendiri. Dan, sel-sel daraf seseorang bergetar senada dengan frekuensi barang tersebut, dan getaran ini memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang memberikan kualitas, nada, atau warna yang unik.

Isodore Friedman, seorang ahli pengguna pendulum, mengungkapkan bahwa frekuensi ini juga memiliki bentuk tertentu. Sistem saraf tersebut selanjutnya menerjemahkan kualitas ini dan kemudian menyebabkan gerakan tertentu pada pendulum yang sebelumnya telah dipahami terlebih dulu arti-arti gerakannya tersebut.

Perhatian dan konsentrasi merupakan alat penyerasian batin. Stasiun pemancarnya atau orang-orang yang melakukannya merupakan obyek yang memancarkan frekuensi energi terus menerus. Dalam proses seperti ini, hambatan yang paling sering muncul adalah pecahnya konsentrasi, karena banyaknya masalah yang tengah membebani otak.

Pendulum dari kristal banyak digunakan di kawasan Asia

Sebagaimana pada frekuensi radio bila terjadi gangguan listrik (halilintar atau angin rebut), hal tersebut akan merusak penerimaan radio atau TV. Suara dan gambarnya akan kabur. Frekuensinya akan bergeser dan menyimpang. Hal serupa akan terjadi bila terjadi angina rebut dalam batin dan perasaan kita, atau bila pengaruh planet tertentu mengganggu keseimbangan listrik dalam atmosfer mental.

Jika tengah berada dalam kondisi seperti itu, maka pembacaan pendulum menjadi tidak efektif. Untuk itulah dibutuhkan latihan dan disiplin. Dibutuhkan konsentrasi yang stabil selama penggunaan pendulum.

Dengan demikian, diperlukan penguasaan atas batin dan emosi untuk bisa mempercayai pembacaan pendulum yang dilakukan. Yang pasti, dalam praktik penggunaan pendulum ini bukanlah teori yang harus dipahami tetapi praktik juga harus terus menerus dilakukan demi mendapatkan penguasaan akan hasil daya pendulum.

Sekali Anda menggunakan pendulum dan membuktikan kegunaannya, Anda akan tak peduli lagi dengan teori yang melatarbelakanginya. Seperti halnya, Thomas Alva Edisson menjawab, “Saya tidak tahu listrik itu apa,” ketika disodori pertanyaan, “Apakah listrik itu? Edisson justru menjawab : “Tapi listrik itu nyata, marilah kita gunakan.” mmg/bersambung (Cara memprogram Pendulum