Jalan Panjang Pendulum hingga Bermanfaat bagi Manusia (1)

source : the austin seance

Pendulum atau   bandul, ternyata bisa dipakai mendeteksi medan energi,   penyakit hingga mencari harta karun.

Ketrampilan menggunakan pendulum guna mengukur medan daya dan energi dalam maupun luar diri, merupakan perkembangan modern dari seni kuno tentang  prediksi, peramalan dan pencarian sumber air dalam tanah. Diyakini pendulum merupakan instrument yang jauh lebih peka dan tepat dibanding dengan instrument pencari sumber air yang ada, yang sama praktisnya bila dipergunakan di laboratorium, di lapangan, di rumah atau di tempat kerja.

Pada awal abad 20, Bouly, seorang pendeta Prancis di desa Haderlot, telah menggunakan kata radiesthesia bagi penggunaan daya pendulum. Kata itu merupakan kombinasi dari kata Latin radius dan kata Yunani aesthesis (kepekaan). Radiesthesia itu meliputi pencarian dan pengukuran radiasi yang dipancarkan oleh mineral, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.

source : naturkristall

Setelah Perang Dunia I, berkembanglah radiesthesia itu menjadi aktivitas yang banyak dipakai. Bouly dan Mermet, seorang pendeta Perancis lainnya, mengadakan beberapa seminar dan kajian-kajian guna menumbuhkan pengetahuan ilmiah mengenai penggunaan pendulum, terutama dalam penerapannya dalam bidang kesehatan.

Akhirnya, Mermet menjadi terkenal sebagai “raja pemakai pendulum”, bukan hanya di Perancis, tapi juga seluruh Eropa. Banyak orang dari berbagai penjuru Eropa menemui Mermet untuk meminta bantuan menyelesaikan kasus yang tengah mereka hadapi dan tak menemukan jalan keluar. Bahkan, Vatikan begitu menunjukkan perhatian atas apa yang dilakukan Mermet, dan meminta tuntunan dan memecahkan problema arkeologi yang hasilnya ternyata sangat mengejutkan para ahli yang terlibat di dalamnya.

Mermets saat bekerja dengan pendulumnya, source : tsd

Karena pengabdiannya dan jasa-jasanya dalam mengembangkan keahlian baru tersebut, ia mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Perancis pada waktu itu. Pada 1922 seorang pionir Amerika, Dr Albert Abrams, menerbitkan buku mengenai penerapan daya pendulum, yang kemudian benar-benar membuka zaman penggunaan pendulum dalm mencari dan menyembuhkan penyakit, yitu ilmu radiesthesia kedokteran.

Melalu serangkaian penelitian dan percobaan, Abram menarik sebuah kesimpulan yang kelak menjadi pedoman bagi perkembangan ilmu pengetahuan akan medan energi tubuh manusia.mmg/bersambung