Tragedi Susur Sungai Ciamis, 11 Siswa Meregang Nyawa

Kembali terjadi tragedi  memilukan yang merenggut 11 nyawa siswa saat acara eskul pramuka. Selain itu, 10 siswa lainnya berhasil diselamatkan dari kejadian ini.  Peristiwa memilukan ini berawal saat 150 siswa MTs Harapan Baru menggelar acara susur sungai.

Kegiatan ini dilakukan  sebelum Jumatan di sekolah. Seluruh  siswa kelas 7 dan 8 diwajibkan untuk ikut menyusuri sungai. Lokasinya pelaksanaan kegiatan ini sebenarnya hanya ratusan meter dari rumah para korban. Celakanya, kendati  kegiatan di air dan rawan kejadian tak terduga, pihak sekolah tidak memberikan alat pengaman bagi siswa pada kegiatan susur sungai tersebut.

” Sebenarnya cuacanya sedang bagus dan sama sekali tidak ada   banjir bandang,” terang  Deden Ridwansyah, Kepala Suku Dinas SAR Bandung. Namun naas, saat menyeberang di Sungai Cileueur   Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.   “Menurut cerita korban selamat, anak-anak yang tenggelam itu saling berpegangan tangan. Saat salah satu siswa terpeleset  yang lain mengikuti,” ungkap Ridwansyah.  

Saat mendapat laporan kejadian, penduduk segera melakukan pencarian dan pertolongan, sebagian menghubungi tim SAR Bandung. Dari pertolongan itu, penduduk dan tim SAR berhasil menyelamatkan 10 siswa, dengan berbagai kondisi. Seluruhnya di kirim ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Tim SAR yang dibantu masyarakat sampai berita ini dilaporkan masih terus mencari keberadaan korban dari acara susur sungai tersebut. Dengan menggunakan perahu karet, tim SAR bergerak tak mengenal lelah, dan berharap masih ada korban yang dapat mereka temukan dan kondisi selamat. w